Home / Wawancara / Beberapa Pertanyaan Yang Sulit Dijawab Ketika Wawancara Kerja
Pertanyaan Yang Sulit Dijawab Ketika Wawancara Kerja

Beberapa Pertanyaan Yang Sulit Dijawab Ketika Wawancara Kerja

Untuk Anda yang baru saja menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, pelaksanaan wawancara atau interview adalah salah satu momen yang begitu mendebarkan. Sebab, hal tersebut merupakan pengalaman perdana anda serta tidak terlalu mengetahui pertanyaan-pertanyaan yang kerap kali ditanyakan oleh pihak pewawancara.

Sejumlah orang memiliki anggapan bahwasanya interview kerja merupakan sesuatu hal yang sulit. Apabila anda merasa tidak siap, sejumlah pertanyaan bisa menjadikan Anda cukup panik. Hal ini dikemukakan oleh seorang pakar wawancara yang bernama Berry Draxler yang telah mewawancarai 10.000 sumber secara langsung.

Pertanyaan Pertanyaan Yang Sulit Dijawab Pada Saat Wawancara

Berdasarkan pengalaman 30 tahun lebih di bagian HRD sebuah perusahaan terkenal seperti Lloyds Bank Group dan Lehman brother, Draxler memberikan bocoran sejumlah pertanyaan interview kerja yang paling susah untuk dijawab. Berikut ini adalah uraiannya.

1. Apakah Kelemahan Anda?

Pada salah satu sisi, barangkali anda tidak ingin menyampaikan kelemahan yang dimilikinya kepada pihak lain, dimana kondisi tersebut dapat menjadikan Anda kehilangan calon pekerjaan. Sementara itu, pada sisi yang lain, anda ditanya untuk menyampaikan jawaban atas pertanyaan tersebut.

Drexler menyampaikan bahwa Teknik paling baik guna menjawab pertanyaan tersebut yaitu menceritakan mengenai kelemahan-kelemahan alami yang dimiliki oleh anda secara umum. Selanjutnya, anda bisa mengikuti dengan sejumlah tindakan yang perlu dilakukan guna mengatasi kelemahan yang sudah anda sampaikan. Selanjutnya, sampaikan pula hasil yang sudah anda peroleh setelah dilakukan perbaikan.

Berikut ini adalah contoh gambaran yang disampaikan oleh Drexler:

Kelemahan: “pada saat saya membuat suatu kesalahan, saya cukup terpaku dan mencoba untuk terus berfikir selama beberapa saat”

Tindakan yang diambil: Saya cukup sadar bahwa kondisi ini merupakan sebuah problem yang dapat mengganggu kestabilan pekerjaan. Oleh karena itu, saya mencoba untuk meluangkan waktu terhadap diri sendiri kurang lebih 15 menit untuk berfikir, sebelum melangkah ke tindakan berikutnya.

Baca Juga   Percakapan Narasumber Dan Wawancara Paling Bagus Kualitasnya

Hasil yang diperoleh: saat ini, walaupun rasa penyesalan yang disebabkan oleh kesalahan yang telah saya perbuat di masa lampau masih tersisa, namun saya perlu menegaskan terhadap diri pribadi bahwa saya harus tetap bisa produktif.

2. Sampaikan Capaian Paling Besar Dalam Diri Anda?

Capaian yang paling besar dari diri Anda bisa berupa hal apapun yang mampu memberikan gambaran bahwa diri anda merupakan personal yang positif maupun anda pernah memperoleh tugas yang cukup membanggakan. Namun kedua bagian tersebut harus dalam kondisi baru dan fresh.

Sebagai contoh, “saya pernah menanyakan kepada seorang laki-laki Apakah capaian paling besar Dari Dirinya. Laki-laki tersebut menyampaikan bahwa dia sudah pernah menjadi seorang model di Salah satu majalah ketika berumur 13 tahun. Sekarang ini, umur dari laki-laki tersebut adalah 30 tahun”.

3. Apa Alasan Anda Mengambil Keputusan Resign Dari Pekerjaan Sebelumnya?

Pertanyaan model ini barangkali cukup mudah untuk dijawab oleh seorang yang keluar karena PHK. Namun, apabila anda keluar karena mempunyai masalah dengan bos anda atau dipecat, sangat dimungkinkan Anda harus berjuang ekstra keras guna mendapatkan jawaban yang paling tepat.

Barangkali, menyampaikan munculnya kesenjangan di dalam pekerjaan merupakan satu hal yang sangat sulit untuk disampaikan. Secara umum, kadangkala sikap di dalam diri menjadi cukup defensif, walaupun seharusnya tidak demikian.

Dalam kondisi ini, anda cukup memberikan jawaban yang jujur atas pertanyaan tersebut. Sebagai contoh, barangkali Anda resign dari pekerjaan sebelumnya karena anda hendak mencari pekerjaan dengan upah yang lebih tinggi atau Anda keluar dari pekerjaan sebelumnya agar dapat merawat keluarga yang sedang sakit.

Apa saja yang Anda kerjakan, tidak usah memiliki perasaan malu atau bersalah, sebab hal tersebut disebabkan karena ketidaksengajaan. Seluruh hal yang anda sampaikan dapat dibaca dengan mudah lewat raut wajah.

Baca Juga   Bagaimana Cara Interview Yang Baik

4. Berikan Gambaran Tentang Diri Anda Dalam Waktu 5 Tahun Mendatang

Pada pelaksanaan interview kerja, kesan Perdana akan begitu menentukan nasib Anda di mata pewawancara. Drexler sangat memaklumi bahwa membuat prediksi di masa mendatang pada dirinya sendiri sangatlah sulit. Terlebih, jika harus membayangkan 5 tahun ke depan. Namun, paling tidak Anda telah memiliki tujuan serta pandangan hidup yang dapat menuntun Anda ke masa depan tersebut.

Drexler menyampaikan bahwa calon tempat anda bekerja ingin mengetahui bahwasanya Anda masih memiliki rencana agar tetap bersama pada dekade yang cukup lama. Sebagai contoh, apabila anda mengikuti wawancara pada perusahaan startup, disarankan untuk tidak memberikan jawaban ” Saya menginginkan mempunyai perusahaan sendiri dalam dekade 5 tahun mendatang”. Selain itu, hindari pula untuk meminta jabatan yang berbeda di masa mendatang dari posisi yang sudah ditawarkan kepada anda ketika wawancara.

Drexler menambahkan pula apabila anda memiliki rencana untuk bisa kembali ke masa sekolah, pastikanlah terdapat sejumlah korelasi antara pekerjaan yang anda inginkan dengan jurusan pendidikan yang Anda ambil. Tidak ada satu perusahaan pun yang mau menghabiskan sumber daya serta uang guna menggaji karyawan yang memiliki niat sebagai “batu loncatan” pada saat bekerja di perusahaan tersebut

5. Kenapa Anda Memilih Pekerjaan Ini?

Entah percaya atau tidak, cukup banyak orang yang sangat kesulitan di dalam memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut. Permasalahan yang dihadapi tidak disebabkan karena anda tidak memahami alasannya, namun disebabkan oleh kesulitan Anda didalam mengartikulasikan nya.

6. Kenapa Anda Ingin Bergabung Pada Perusahaan Ini?

Pada umumnya, orang yang diberikan pertanyaan seperti ini rata-rata memberikan jawaban yang keliru. Biasanya, mereka akan memberikan gambaran tentang perusahaan tersebut, tidak menjabarkan jawaban dari pertanyaan yang dimaksud. Sebagai contoh, seorang calon karyawan sebuah bank memberikan respon ” bank merupakan sebuah perusahaan keuangan”

Baca Juga   Motivasi Kerja Saat Interview Paling disukai pihak HRD Perusahaan

Padahal, jawaban tersebut tidaklah cocok dengan pertanyaan yang diberikan. Jawaban tersebut lebih cocok untuk menjawab pertanyaan “apakah yang Anda pahami mengenai perusahaan kami”. Jawaban ini juga tidak akan bisa menjawab pertanyaan pada poin berikutnya. Lantas, Bagaimanakah jawaban yang tepat untuk pertanyaan ini? Contoh jawaban yang tepat yaitu ” saya memahami bahwa bank merupakan sebuah perusahaan keuangan dan saya memiliki keinginan untuk bisa menjadi bagian di dalam perusahaan ini dengan harapan saya dapat meningkatkan karir sebaik mungkin”

7. Apakah Jenis Karir Yang Anda Cari?

Drexler menyampaikan bahwa sejumlah orang bisa membuatnya takjub. Ada di antara mereka yang mengatakan sesuatu hal yang tidak pernah terbesit di dalam deskripsi pekerjaan yang diminati. Intinya, jawaban yang memiliki kualitas bagus atas pertanyaan ini berguna untuk menunjukkan sejumlah aspek yang berkaitan dengan pribadi pelamar kerja.

Akan tetapi, tidak pula menggunakan jawaban yang sangat jujur, misalnya “saya memiliki keinginan suatu pekerjaan di mana perusahaan tersebut bisa menempatkan saya pada sebuah ruangan serta meninggalkan saya sendirian di dalamnya” Drexler mengatakan bahwa jawaban tersebut memang pernah ada dari sekian banyak orang yang diwawancarai nya.

Demikianlah penjabaran singkat tentang 7 pertanyaan yang kerap kali dilontarkan oleh pihak wawancara pada sesi interview dan memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi di dalam menjawabnya. Setelah anda belajar mengenai trik menjawab pertanyaan yang sulit pada sesi wawancara ini, maka paling tidak anda sudah memiliki gambaran jawaban-jawaban yang perlu dipersiapkan guna mengikuti sesi wawancara. Semoga bermanfaat.

Tentang Admin

Penulis merupakan seorang pengajar di SMK sekaligus mendalami segala macam aspek Tes Psikotes. Dengan kemampuan yang dimilikinya, penulis sering diundang pada tes seleksi siswa maupun pegawai dan karyawan baru sebagai seorang Tester pada sesi Tes Psikotes untuk mengetahui kondisi psikotes dari masing-masing peserta tes. Berbekal dari sejumlah pengalaman, menulis ingin mencoba berbagi beragam hal tentang Tes Psikotes lewat artikel pada blog ini.

Check Also

Wawancara Bank BRI Paling Pamungkas

Wawancara Bank BRI Paling Pamungkas

Apabila sekarang ini anda sedang mencoba melamar pekerjaan diranah perbankan, misalnya adalah di Bank BRI, ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *