Home / Wawancara / Contoh Wawancara Guru SD Paling Bagus

Contoh Wawancara Guru SD Paling Bagus

Guru merupakan salah satu profesi yang sangat mulia. Mereka bekerja di berbagai macam jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, SMP sampai dengan SMK. Untuk bisa menjadi seorang guru tidaklah mudah, karena diperlukan adanya skill sekaligus niat untuk mengabdikan diri di dunia pendidikan.

Contoh Wawancara Guru SD

Pada kesempatan yang baik ini penulis akan mencoba mengangkat contoh wawancara guru SD Apa sebab bisa dibilang bahwa guru SD adalah guru yang sangat berjasa di dalam memberikan dasar pengetahuan kepada siswanya. Guru SD yang memiliki jasa menjadikan anak bisa membaca dan menulis. Tanpa adanya guru SD, maka guru di tingkat SMP dan SMA akan ditambah pekerjaan untuk mengajarkan membaca dan menulis.

Contoh wawancara guru SD

Di bawah ini adalah beberapa bagian contoh wawancara dengan guru SD yang berhasil penulis rangkum. Silakan disimak dan direnungkan isinya.

Pewawancara : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh ibu

Narasumber : Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Wawancara : mohon maaf Ibu, saya mengganggu waktu istirahat ibu di sore hari ini. Ijinkan saya untuk mewawancarai Ibu berkaitan dengan permasalahan khusus dan permasalahan umum yang kerap kali Ibu hadapi di tempat Ibu mengajar. Bolehkah saya meminta waktunya sebentar untuk mewawancarai ibu?

Narasumber : silakan saja, apakah yang ingin kamu tanyakan tentang ibu?

Pewawancara : Baiklah ibu, Terima kasih, langsung saja ke inti pertanyaan saja

Narasumber : Monggo, silakan saja

Pewawancara : menurut pendapat ibu, pada saat menghadapi kondisi kelas yang tidak kondusif, Bagaimanakah langkah ibu ?

Narasumber : menurut pendapat ibu, pada saat ibu menghadapi kondisi kelas yang kurang kondusif, misalnya kondisi kelas yang cukup gaduh yang bisa menimbulkan siswa tidak bisa menerima pelajaran dengan lebih maksimal sehingga kondisi belajar akan kurang efektif, maka diperlukan suatu pengkondisian kelas yang kreatif dan bijaksana.

Pewawancara : menurut pendapat ibu, Bagaimanakah ibu melihat pada saat nilai rata-rata di suatu kelas Mengalami penurunan?

Narasumber : berdasarkan pendapat ibu, adanya nilai rata-rata kelas yang mengalami penurunan tentunya dikarenakan oleh sejumlah faktor antara lain yaitu turunnya semangat siswa di dalam belajar, munculnya masalah pribadi siswa yang bisa mengganggu prestasi belajar, serta bisa pula dikarenakan oleh tengahnya ibu di dalam memotivasi setiap siswa di kelas guna selalu tetap semangat di dalam belajar. Oleh karena itulah dibutuhkan suatu evaluasi di dalam mengontrol nilai masing-masing siswa.

Baca Juga   Form Wawancara Karyawan Baru

Pewawancara : menurut pendapat ibu, Bagaimanakah ketika cukup banyak orang tua atau wali siswa yang belum memberikan dukungan terhadap lancarnya proses kegiatan belajar mengajar di sekolah?

Narasumber : memang, kondisi tersebut cukuplah wajar pada saat terdapat sejumlah orang tua atau wali siswa yang belum memberikan dukungan akan lancarnya kegiatan belajar mengajar, contohnya adalah pada sisi pembelian buku LKS.

Alasan mereka melakukan hal seperti itu disebabkan terdapat lain yang hendak mereka Salurkan, misalnya adalah putra dan putri mereka tidak perlu untuk membeli buku LKS disebabkan karena telah memiliki buku paket di mata pelajaran. Meskipun kondisi tersebut menjadi sebuah benda kecil yang wajib untuk dihadapi, namun Tentunya saya siap untuk selalu mengikuti apa yang diharapkan oleh para orang tua peserta didik.

Pewawancara : menurut pendapat Ibu Bagaimanakah apabila alat-alat peraga atau fasilitas di sekolah Ibu mengajar kurang begitu mendukung?

Narasumber : berdasarkan pendapat ibu, sejumlah fasilitas yang tidak mendukung seperti kurang lengkapnya alat peraga yang ada di sekolah tentu akan berpengaruh terhadap kondisi kelas yang monoton, sebab kondisi kelas tersebut hanyalah menampilkan teknik berceramah saja, sehingga pada akhirnya akan menjadikan siswa mudah untuk bosan. Akan tetapi, ibu akan selalu mencari teknik yang lain guna menjadikan setiap siswa tetap bersemangat di dalam belajar, contohnya adalah dengan cara membentuk permainan pada saat kegiatan belajar mengajar sedang berlangsung.

Pewawancara :  menurut pendapat ibu, apakah yang akan dilakukan apabila ada siswa yang cukup sulit untuk dinasehati atau siswa tersebut cukup nakal?

Narasumber : berdasarkan pendapat ibu, siswa yang cukup sulit untuk diberi nasehat tersebut adalah siswa yang menerima pola didikan yang cukup berbeda dari peserta didik yang lainnya. Artinya adalah bahwa hak dari orang tua asuh di siswa tersebut memiliki sifat permisif yang artinya tidak terdapat larangan apapun yang akan diberikan kepada siswa tersebut melainkan hanya kebebasan semata belaka.

Baca Juga   Apa Itu Interview Kerja

Dari situlah akan terbentuk sebuah kepribadian menjadi seorang siswa yang cukup sulit untuk diberikan nasehat. Diperlukan tingkat kesabaran di dalam menghadapi siswa-siswa seperti itu, sebab memerlukan waktu yang bisa dibilang tidak instan di dalam mengubah kepribadian menjadi seorang siswa yang bisa untuk dinasehati.

Pewawancara : menurut pendapat ibu, Bagaimanakah apabila terdapat seorang siswa yang cukup suka di dalam mencari perhatian di kelas pada saat KBM?

Narasumber : menurut pendapat ibu, siswa siswa yang gemar mencari-cari perhatian di kelas adalah siswa yang sebenarnya memang ingin diperhatikan, sebab rata-rata siswa yang gemar melakukan hal seperti itu merupakan siswa yang mempunyai orang tua terlalu sibuk dengan pekerjaan, baik ibunya maupun bapaknya.

Kondisi tersebut lah yang nantinya akan menjadikan siswa tersebut menjadi kesepian pada saat berada dirumah, Sebab mereka akan jarang memperoleh perhatian dari kedua orangtuanya. Sehingga, pada akhirnya siswa tersebut akan seolah-olah memberontak dengan langkah suka mencari perhatian pada kelas di saat KBM sedang berlangsung.

Adapun langkah untuk mengatasi hal tersebut bisa dikerjakan dengan cara melakukan pendekatan kepada siswa tersebut secara berkelanjutan dan berkesinambungan, mencari informasi apa yang menyebabkan hal tersebut dari kelakuan siswa, yakni mencari perhatian

Pewawancara : menurut pendapat ibu, Bagaimanakah yang akan dilakukan apabila penghasilan guru di negara Indonesia belum bisa mencukupi keperluan hidupnya?

Narasumber : penghasilan memang salah satu dari cukup banyak alasan yang bisa membuat para guru menjadi lebih bersemangat di dalam mengabdikan dirinya kepada pekerjaan apa yakni mengajar. Apabila penghasilan dari guru di negara Indonesia belum mencukupi keperluan sehari-hari, maka otomatis akan menimbulkan semangat dan aktivitas mengajar guru mengalami penurunan.

Ketika guru bermalas-malasan di dalam mengajar yang disebabkan oleh faktor penghasilan yang kurang sesuai dengan standar yang ada, maka secara otomatis akan menjadikan para siswanya juga ikut bermalas-malasan di dalam menerima pelajaran.

Baca Juga   Contoh Wawancara Bahasa Jawa

Pewawancara : Bagaimanakah pendapat itu apabila Ibu di salah satu sisi dituntut untuk mengajar, namun di sisi yang lain sedang mempunyai masalah pribadi?

Narasumber : hal tersebut memang bisa dikatakan pernah dialami oleh seluruh guru yang ada di Indonesia, begitupula Ibu yang kerap kali mengalami kondisi tersebut. Ketika guru sedang mempunyai masalah pribadi yang belum bisa diselesaikan, sementara, guru tersebut juga wajib untuk mengabdikan dirinya kepada pekerjaan, yakni mengajar.

Jika guru tersebut tidak bisa mengesampingkan permasalahan pribadi terlebih dahulu saat sedang mengajar, maka tentunya akan memiliki dampak negatif pada gangguan konsentrasi yang guru miliki pada saat mengajar Sehingga nantinya bisa kondisi KBM yang tidak maksimal. Oleh karena itu, dibutuhkan sikap profesionalisme guru pada saat menghadapi kondisi tersebut, Yakni dengan langkah menghilangkan sebentar masalah pribadi yang sedang dimilikinya pada saat akan mengajar, supaya tidak adanya gangguan konsentrasi.

Demikianlah Uraian singkat tentang contoh wawancara guru SD yang bisa saya oleh pundi kesempatan kali ini. Dengan melihat isi dari wawancara di atas, maka bisa disimpulkan bahwa peranan dari seorang guru SD sangatlah vital, dimana guru SD akan memberikan bekal dasar kepada siswa dari sisi membaca dan menulis. Oleh sebab itu, kita harus pintar-pintar di dalam berterima kasih atas jasa guru SD sehingga ketika siswa memasuki jenjang SMP dan SMA, maka mereka sudah memiliki keterampilan tersebut. Terima kasih dan selamat tas.

Tentang Admin

Penulis merupakan seorang pengajar di SMK sekaligus mendalami segala macam aspek Tes Psikotes. Dengan kemampuan yang dimilikinya, penulis sering diundang pada tes seleksi siswa maupun pegawai dan karyawan baru sebagai seorang Tester pada sesi Tes Psikotes untuk mengetahui kondisi psikotes dari masing-masing peserta tes. Berbekal dari sejumlah pengalaman, menulis ingin mencoba berbagi beragam hal tentang Tes Psikotes lewat artikel pada blog ini.

Check Also

Contoh Wawancara Gojek

Contoh Wawancara Gojek Sang Pengemudi Ojek Online

Adanya efek terlalu sering naik gojek membuat saya kerap kali memiliki pertanyaan didalam hati. Sebenarnya ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *