Home / Wawancara / Contoh Wawancara Guru Terbaru Dan Terbaik

Contoh Wawancara Guru Terbaru Dan Terbaik

Teks wawancara merupakan sebuah sajian data dan informasi yang berbentuk interaktif Tanya dan jawab antara penanya atau pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi atau wawasan baru yang diharapkan. Teks tersebut adalah hasil dari suatu kegiatan wawancara yang dikerjakan oleh pihak pewawancara kepada narasumber.

Contoh Wawancara Guru

Contoh Wawancara Guru Paling Baik Dan Paling Baru

Berikut ini merupakan salah satu dari sekian banyak contoh teks wawancara yang dilakukan kepada seorang guru. Silahkan disimak.

Pewawancara : Selamat pagi ibu, Bagaimana kabarnya hari ini? Sebelumnya, perkenalkan terlebih dahulu, saya memiliki nama Joko Supriyanto, merupakan salah satu siswa kelas 11 IPS 5. Apabila Ibu berkenan, Saya hendak mewawancarai Ibu berkaitan dengan pekerjaan yang selama ini sudah ibu geluti, yakni sebagai seorang guru.

Narasumber : Selamat pagi juga Joko, tentunya cukup senang apabila dapat berbagi sedikit mengenai apa yang sudah Ibu pahami sebagai seorang guru. Kalau boleh tahu, Apakah ada yang bisa Ibu bantu untuk Joko?

Pewawancara : seperti yang telah saya sampaikan di awal, Saya hendak mewawancarai Ibu berkaitan dengan profesi ibu sebagai guru. Apakah dapat kita mulai wawancaranya ibu? Namun sebelumnya saya juga ingin memohon maaf sebab telah mengganggu aktivitas ibu, mungkin saja sekarang ini Ibu sedang sibuk.

Narasumber : tidak menjadi masalah Joko. Kebetulan, ibu juga sedang tidak mengajar. Kamu tentunya ke sini karena sudah tahu kalau ibu sedang tidak mengajar bukan? Baiklah, silakan kamu mulai pertanyaan yang pertama saja.

Pewawancara : Baiklah ibu, Terima kasih, saya akan memulainya. Sudah lama kah ibu bekerja sebagai guru untuk mengajar anak didik?

Narasumber : awal kali Ibu mengajar adalah di SMA Negeri 19 Bandar Lampung kurang lebih selama 6 tahun. Selanjutnya, ibu di pindah tugaskan ke sekolah ini. Pada sekolah ini, ibu telah mengajar kurang lebih 7 tahun. Sehingga, jika dijumlahkan maka Ibu telah mengajar selama kurang lebih 13 tahun. Apabila kita hitung mundur, maka Ibu sudah mulai mengajar dari tahun 2005.

Baca Juga   Cara Membuat Wawancara Biar Lebih Nyaman

Pewawancara : kenapa ibu memilih berprofesi menjadi seorang guru? Bukankah cukup banyak profesi yang lain yang lebih menjanjikan dari sisi penghasilan dan karir?

Narasumber : alasan ibu cukuplah sederhana, yakni Ibu memang senang mengajar. Sejak berumur masih anak-anak, Vivo kerap kali mengikuti serta memperhatikan Ayah pada saat mengajar di sekolah. Kebetulan pula, ayah dari ibu merupakan seorang guru. Beliau merupakan guru yang memiliki dedikasi tinggi pada dunia pendidikan. Dapat dibilang bahwa keinginan ibu untuk mengajar merupakan hasil inspirasi dari ayah.

Pewawancara : sangat luar biasa. Jadi bisa disimpulkan bahwa ibu menjadi seorang guru disebabkan karena inspirasi dari ayah yang juga merupakan seorang guru. Lantas, Mengapa ibu mengambil spesialisasi keilmuan pendidikan bahasa serta sastra Indonesia?

Narasumber : sangat dirasa bahwa pertanyaan singkat kamu memerlukan penjelasan dan jawaban yang cukup panjang. Mengapa ibu lebih memilih untuk mengambil spesialisasi pendidikan bahasa serta sastra Indonesia?

Jadi begini Joko, kamu tentunya telah memahami bahwasanya belajar menggunakan bahasa juga bisa diartikan sebagai salah satu langkah belajar berbudaya. Belajar maupun mengajar bahasa Indonesia tentunya memiliki arti mengajarkan dan belajar budaya juga. Selama ini, berdasarkan pendapat Ibu bahwasanya budaya Indonesia merupakan salah satu bentuk budaya yang sangat baik untuk bisa dipelajari serta diajarkan kepada anak didik.

Cakupannya juga cukup luas, meliputi agama, etika, budi pekerti, moral dan lain sebagainya. Ada kemungkinan, konsep pendidikan karakter yang sekarang ini sedang cukup populer di dunia pendidikan terilhami dari adanya sejumlah nilai budaya di bangsa Indonesia. Apabila dipikir ulang, terdapat suatu benang merah yang saling mengaitkan antara sejumlah aspek nilai-nilai pendidikan karakter serta budaya yang memiliki akar pada belajar bahasa serta sastra Indonesia.

Baca Juga   Pengalaman Wawancara Akhir Bank BRI

Pewawancara : ternyata, pilihan ibu untuk menjadi seorang guru serta memilih berkonsentrasi pada mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia memiliki alasan yang kuat. Selanjutnya, Kalau boleh tahu, Berasal dari manakah ibu tentang referensi mengenai penjelasan benang merah di antara nilai-nilai pendidikan karakter, belajar bahasa dan belajar budaya?

Narasumber : mengenai referensi, sebenarnya kesimpulan itu hanya Ibu peroleh dari pengalaman mengajar dan membaca tentang materi bahasa dan sastra Indonesia. Dapat pula penjelasan mengenai hal tersebut keliru serta salah penafsiran. Namun, setidaknya penjelasan selama ini sudah memberikan motivasi dan Ilham yang cukup kuat serta menjadikan ibu untuk lebih semangat lagi di dalam mengajar.

Pewawancara : Oh ternyata seperti itu, saya amat terkesan dengan jawaban-jawaban ibu. Bolehkah saya melanjutkan pertanyaannya lagi?

Narasumber : Tentu saja boleh Joko, silakan kamu lanjutkan pertanyaan kembali?

Pewawancara : belakangan ini, ibu memperoleh penghargaan dari Walikota di Bandar Lampung sebagai salah satu guru teladan di tingkat provinsi. Bagaimanakah tanggapan ibu tentang hal tersebut?

Narasumber : Bagaimana menjawabnya ya? Intinya, saya mengucapkan banyak-banyak terima kasih terhadap apresiasi yang telah diberikan oleh pihak pemerintah di Kota Bandar Lampung. Saya tentunya menanggapi hal tersebut sebagai salah satu alasan untuk bisa lebih baik lagi di dalam menjadi seorang guru. Penghargaan tersebut Tentunya saya dedikasikan seluruhnya pada semua guru yang memiliki dedikasi di seluruh dunia.

Jadi, Sebenarnya saya tentu merasa tidak berhak guna menyandang gelar guru teladan serta mempunyai trophy penghargaan. Sebab, sesungguhnya Trofi dan penghargaan tersebut dimiliki oleh seluruh guru di negeri ini, bahkan di semua penjuru dunia.

Saya merasa cukup banyak guru yang lebih pantas untuk menjadi suri teladan selain saya. Tentunya, di luar sana cukup banyak guru yang tanpa pamrih mengajarkan ilmu pengetahuan kepada anak didik dengan berbagai macam keterbatasan yang ada. Saya merasakan bahwa mereka tentu lebih berhak daripada saya. Oleh sebab itulah, penghargaan tersebut saya dedikasikan spesial untuk para guru di seluruh dunia.

Baca Juga   Hasil Wawancara Dengan Narasumber

Pewawancara : Baiklah ibu, untuk pertanyaan yang terakhir. Sampai Kapankah Ibu akan telaten menekuni pekerjaan sebagai pengajar atau guru?

Narasumber : Saya akan berusaha tetap mengajar sampai tutup usia. Tentunya sejauh saya masih memiliki kemampuan untuk bernafas, saya akan selalu mengabdikan diri di dunia pendidikan sebagai seorang pendidik. Ibu juga memiliki harapan kepada Joko supaya Joko memiliki minat untuk menjadi seorang guru di masa mendatang.

Pewawancara : Baiklah ibu, kasih banyak atas waktu serta perbincangan yang sangat baik ini. Semoga saja, Nantinya saya juga bisa mampu menjadi seorang guru berkualitas sekualitas Ibu. Permisi ya Bu, saya akan ke kelas kembali.

Narasumber : Iya, sama-sama Joko, belajarlah yang rajin. Silakan kamu kembali lagi ke kelas.

Demikianlah contoh dari wawancara guru terbaru dan terbaik yang bisa menulis posting di kesempatan kali ini. Dengan adanya teks wawancara tentang guru di atas maka diharapkan kita benar-benar mampu mengilhami dan memahami peranan dan tanggung jawab profesi sebagai tenaga pendidik atau guru yang benar-benar memang memiliki peranan penting di dalam memberikan pelajaran Kepada peserta didiknya, baik dari sisi pelajaran maupun etika. Terima kasih dan selamat beraktifitas.

Tentang Admin

Penulis merupakan seorang pengajar di SMK sekaligus mendalami segala macam aspek Tes Psikotes. Dengan kemampuan yang dimilikinya, penulis sering diundang pada tes seleksi siswa maupun pegawai dan karyawan baru sebagai seorang Tester pada sesi Tes Psikotes untuk mengetahui kondisi psikotes dari masing-masing peserta tes. Berbekal dari sejumlah pengalaman, menulis ingin mencoba berbagi beragam hal tentang Tes Psikotes lewat artikel pada blog ini.

Check Also

Beragam Persiapan Wawancara Di TV

Beragam Persiapan Wawancara Di TV

Melaksanakan kegiatan wawancara di TV atau televisi bisa jadi menjadi hal yang cukup rumit untuk ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *